Alice's POV ____________ "Berhentilah murung, Alice," ucap Daisy baru saja kembali dari dapur membawa dua gelas air. Aku tahu, dia berusaha menenangkanku. Tetapi itu tak sepenuhnya berhasil. Yang ada, aku terus memikirkan Sjhon dan Lily. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang jelas masih sangat kabur. "Entahlah, aku tidak yakin bisa baik-baik saja." Aku mengambil gelas yang diulurkan olehnya. Meminumnya sedikit. Tenggorokanku masih basah karena kami baru saja pulang dari restoran. Sekarang, kami berada di apartemen Daisy setelah pulang dari restoran dan salah satu toko buku karena Daisy meminta untuk ditemani membeli buku. Dia memang suka membaca, hampir sama seperti Sjhon. Daisy mendudukan dirinya di sebelahku, meletakan gelas di atas meja bersamaan dengan gerakanku. "Berhenti

