36. Pertemuan Itu

1706 Kata

Seorang pemuda duduk di sebuah taman kecil di depan garasi dengan menatap matahari senja yang mulai temaram. Angin berembus meniup dedaunan di senja itu. Ada sesuatu hal yang dirasa mengganjal dalam benak pemuda itu, ketika senja menjelang petang. Kesunyian, kesendirian, tampaknya selalu menyelimuti perasaan pemuda itu tiada henti. Bahkan suara kicauan burung yang terbang ke sarang, justru membuatnya teringat akan senyuman pada raut wajah Mamanya. Hingar-bingar dan sorak-sorai suara kelulusan masih terngiang jelas di dalam benaknya satu tahun yang lalu. Janjinya kepada sang Mama berhasil dia tepati. Evan berhasil meraih nilai tertinggi di sekolahnya. Saat pengumuman kelulusan satu tahun yang lalu. Widya tidak bisa mengelak lagi tentang keinginan Evan. Karena jika Evan sudah serius ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN