33. Sepenggal Kisah Masa Lalu

1884 Kata

Ambu yang menyadari bahwa Widya bergeming di tempatnya berdiri saat ini, berinisiatif untuk mendekatinya. “Wid? Kamu teh kunaon? Kesambet?” Ambu mengernyitkan dahi sembari menatap ke arah Widya yang masih bergeming di hadapannya. “Ambu?” Widya terlihat gelagapan. “Kenapa?” Ambu menggunakan bahasa bibir dengan suara yang lirih. Widya masih ragu-ragu untuk menetap Ambu dan dia berat untuk menjawab pertanyaan Ambu. “Kunaon sih Si Widya teh?” Ambu yang penasaran hanya melirik ke arah Widya dan beliau bergegas untuk melangkahkan kaki melihat tamu yang baru saja ditemui oleh Evan. Mata Ambu terbelalak ketika sampai di ruang tamu. Ambu mengerti apa yang terjadi dengan putrinya. Beliau pun berusaha untuk bersikap sewajarnya, walau Ambu begitu terkejut melihat Akbar yang ada di ruang tamu ten

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN