Evan menarik napas dalam-dalam dan mulai menarik tuas gasnya. Seketika motor Evan melesat dengan begitu kencang. Jantung Evan kembali berdebar kencang ketika dia mendapati sebuah tikungan pertama yang akan dilalui. Evan sudah berlatih cara menikung yang baik dan sesuai. Agar dirinya bisa tetap aman saat melintasi tikungan. “Wuhuuuwww! Jadi begini rasanya? Pokoknya teh mantap pisan euy!” Evan berteriak di dalam helm motornya yang tertutup. Hatinya begitu berbunga-bunga karena memang ini kali pertama Evan melaju di arena balap. Setelah Evan selesai melalui satu putaran. Dia kembali menghampiri Tatang. Sahabatnya itu langsung menyambut Evan dengan riang. “Meni mantap pisan, Bro!” kalimat itu yang pertama kali terlontar dari bibir Evan sesaat setelah Evan membuka helmnya. “Kumaha, Bro? Kel

