Evan masih bergeming di sebelah motornya. Tatang dan Ega berharap kalau Evan mau mengawali langkah menuju pintu rumah itu. “Ayo buru! Kan kamu yang kenal! Jadi kamu duluan atuh yang jalan!” Tatang menginjak kaki Evan sebagai kode kalau Mereka menginginkan Evan mengawali perjalanan mereka. Evan menoleh ke arah Tatang dan Ega, lantaran dirinya merasa bingung. Evan seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi dia kembali mengurungkan niatnya. Justru Evan saat ini memberanikan diri untuk mengawali perjalanan mereka menuju pintu rumah itu. “Kumaha, Van? kok diem aja?” Ega menyeletuk seperti itu karena dia takut kalau Bayu Rahadian hanyalah orang jahil yang tengah mengerjai Evan. “Aku teh lagi mikir! Benarkan ada siswa baru di sekolah kita yang namanya Bayu Rahardian?” Evan menghentikan langkahnya

