Malam ini Evan tampak murung. Bukan hanya di sekolah. Bahkan ketika Evan berangkat ke bengkel, juga setelah dia pulang ke rumah, raut wajahnya bermuram durja dan hatinya merasa pesimis. Dia kembali teringat tentang perlengkapan latihan balap motor yang belum dia miliki. Belajarnya pun tidak berkonsentrasi. Sehingga Evan memutuskan untuk duduk di teras rumahnya. Pemuda itu duduk sembari termenung menatap bintang yang berkilau di langit malam. Dia merasa bahwa impiannya terlalu sulit untuk dia raih. ‘Ternyata mau balapan motor aja teh biayanya mahal pisan. Bahkan sekarang aku merasa terjebak dalam keinginanku sendiri. Keinginan yang begitu menggebu-gebu untuk menjadi seorang pembalap, tapi aku nggak melihat latar belakangku. Mama hanyalah seorang single parent yang berjuang demi kehidupa

