Jangan lupa lovenya karena itu sangat membantu perkembangan cerita ini. Happy reading... **** " Ma, jaga Ferisha ya. Jangan sampai membuat nya kelelahan. " tutur Devian pada Mama. Kami telah sampai dirumah Mama sekitar sepuluh menit yang lalu. Selama itu juga, Devian ragu untuk berangkat kekantor meninggal kan ku bersama Mama. " Iya Dev.... Mama akan menjaga Ferisha. Kau sudah berulang kali mengatakan hal yang sama. " ucap Mama malas. Devian menghela nafas nya, " Baiklah, kupercayakan Ferisha pada Mama. " Devian menatap ku, " Dan kau, jangan banyak bergerak, berjalan kesana-kemari. " ingat Devian. " Kalau menaiki tangga? " tanyaku. Devian mengusap wajah nya kasar, " Itu lebih parah Ferisha! Jangan macam-macam. " marah Devian. Kenapa dia marah? Aku hanya mengatakan apa yang

