Jangan lupa love nya ya karena itu sangat membantu perkembangan cerita ini. Happy reading... **** Usai kejadian itu, Arleta mengaku sudah telat bulan, pikiran ku kalut tentu saja terlebih lagi, dia menjelaskan sudah cek testpeck dan hasilnya positif. Aku tidak peduli, dan fokus untuk menjemput Ferisha yang berada dikediaman Mama dan papa. Saat berada dirumah itu, papa sempat curiga tapi berkat kebohongan ku yang ulung, papa sekidit percaya dan pamit untuk kembali kerumah kami. Selama di perjalanan, ponsel ku beberapa kali berbunyi, mataku menatap Ferisha yang juga sedang menatap ku. Aku ragu untuk mengangkat nya, terlebih lagi yang menelfon adalah Arleta, karena takut wanita itu kenapa-napa, akhirnya aku memutuskan untuk mengangkat panggilan. "Hallo. Ada apa? " tanya ku ketika p

