Jangan lupa love nya ya karena itu sangat membantu perkembangan cerita ini. Happy reading... **** Duduk sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang berhembus, memang lah favorite ku selama di rumah ini. Melihat jernih nya kolam hingga kedasar membuat pikiran ku tenang, setidaknya bisa melupakan kekecewaan ku pada Devian. Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, tapi Devian belum pulang dari kantornya. Beberapa kali, ketukan pintu membuatku sadar dan segera berjalan cepat untuk membuka pintu. Pria berkaos putih dan jeans panjang serta wanita cantik disebelah nya, alis ku terangkat karena tidak pernah melihat mereka. Mungkin menyadari raut wajahku, mereka memperkenalkan diri masing-masing atau lebih tepatnya pria itu yang memperkenalkan diri terlebih dahulu. " Hai Ferisha. Aku Peter, sekr

