Jangan lupa love nya ya karena itu sangat membantu perkembangan cerita ini. Happy reading... **** Jakarta, 11.30 Akhirnya sampai dirumah yang selama beberapa minggu ini aku tinggalkan. Tidak banyak yang berubah selain, lantainya yang sedikit berdebu, mungkin Devian tidak punya waktu untuk membersihkan nya. Sambil menenteng tas kecil, aku berjalan kelantai atas untuk menuju kamarku. Sambil menunggu Devian yang membawakan koper berisi pakaian. Setiba dikamar, aku merebahkan diri diatas kasur empuk itu. Sudah lama sekali rasanya tidak tidur dikasur berukuran jumbo ini. Perbedaan rumahku dengan rumah Devian sangat kentara, apalagi gaya bangunan nya. Tapi aku bersyukur, walau memiliki rumah kecil, ada kebahagiaan besar didalam nya yang mungkin tidak pernah didapatkan oleh semua orang. Ak

