40.

2139 Kata

part bahan mentah. typo, ejaan, kapital dan tanda baca belum diperbaiki. *** Dua hari setelah kematian Lexsi, Ellina mengurung dirinya di dalam kamar. Seperti saat malam ini, dia berdiri di balkon kamar dan membiarkan angin malam menggoyangkan rambutnya. Dia menatap kosong ke depan, dan lagi-lagi wajah Lexsi terbayang. Tanpa sadar tubuhnya bergetar takut. Gengagaman tangannya menguat hingga membuat kuku-kukunya memutih. Lexsi mengalami hal yang pernah terjadi padanya di kehidupan sebelumnya! Bagaimana mungkin Ellina tak tahu rasanya? Saat merasa dunia hancur dan seluruh tubuhnya remuk dan terlihat kotor. Pikiran keputus asaan menggerogoti kesadaran hingga merasa kematian jauh lebih baik. Dan jika dilihat dari segi manapun, bukankah Lexsi sangat mirip dengannya? "Bukankah i

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN