Part belum di revisi. Ga usah komen soal typo atau huruf kapital yang tak sesuai. Saya bukan tak tahu aturan menulis yang baik, tapi waktu memang tak cukup untuk revisi. Kalau suka, baca. Enggak suka, ga usah di baca. Be a smart readers. Thanks. *** Entah sejak kapan Ernest telah menyusuri lorong rumah sakit di pagi hari. Langkahnya terlihat memburu, dengan tangan yang masih memegang dokumen rumah sakit dari perusahaan Kenzie yang baru beberapa lalu dia dapatkan. Tatapan matanya yang biasa lembut kini berkabut. Sudut mulutnya bahkan tak tertarik sedikit pun. Terkatup rapat dengan jejak kekhawatiran yang besar. "Kenapa tak ada yang memberitahu aku bahwa dia di rumah sakit? Apa yang terjadi padanya?" Gumaman kekesalan itu terucap. Jejak kesal terlintas samar. Dia tak tahu,

