Ellina memejamkan matanya dan mengutuk namanya sendiri. Ia sudah berkali kali mendengar namanya di panggil hari ini. Bergantian dan selalu ada kejadian setelahnya. Saat ini kedaaan jelas tengah memanas. Namun dia kembali mendengar panggilan namanya oleh suara yang berbeda lagi. Ellina menoleh saat semua orang juga menoleh. Dia tertegun saat melihat raut wajah tampan yang segar tengah tersenyum ke arahnya. Sosoknya yang tinggi dengan balutan jas rapi juga rambut yang sama rapinya membuat pria di sana jelas terlihat sangat tampan. Pria itu tengah tersenyum lebar dengan mengedipkan satu mata ke arahnya. Dia tertegun, namun dengan cepat ingat janji yang mereka sepakati. Tanpa terasa, Ellina tersenyum lebar. Hatinya jadi jauh lebih baik mengingat bahwa dia akan pergi untuk memb

