Senyum Menawan

1983 Kata

Icha tidak buta. Ia bisa membedakan mana tatapan Farras yang penuh arti pada seseorang dan mana tatapan yang tidak mengandung arti apa-apa. Lalu untuk Ando? Ya, dengan mantap Icha menjawab ya. Kenapa? Karena sedari tadi, anak gadisnya itu sama sekali tak memalingkan tatapannya dari Ando. Gadis itu terpaku. Bahkan terkaget saat Fasha dengan usil menegurnya. Tangan Icha terkepal lalu tersenyum sungkan saat berbalik dan menemukan Sara yang segan di depannya. Dua wanita itu pun mendadak kikuk. Pun Icha hanya bisa mengangguk sopan lalu melewati iparnya itu. Padahal sebelumnya, ia tak begini. Sementara Sara? Sama saja. Wanita itu bahkan lebih canggung lagi. Namun secanggung-canggung dirinya, masih ada yang lebih canggung. Siapa? Suaminya. Ya, Feri. Tadi saat Fadlan merangkul suaminya itu, sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN