Orang Asing

845 Kata
Hari sudah berubah menjadi gelap ketika nayla tiba di kediamannya.. setelah membersihkan diri nayla memutuskan untuk turun ke dapur membuat teh hangat untuk menemaninya bersantai di balkon kamarnya.. setelah berada di balkon, nayla mendudukkan tubuhnya di salah satu kursi santai yang sudah di siapkan di sana.. Nayla menyesap teh itu dengan pikiran yang kalut..Mengingat apa saja kejadian yang terjadi hari ini.. Hari ini nayla menghabiskan waktu jalan-jalan berdua bersama Ariel tunangannya.. Flashback On Setelah puas dengan jalan-jalan dan menonton film di bioskop mereka memutuskan untu makan malam terlebih dahulu sebelum pulang.. Namun siapa sangka di saat memasuki restoran tanpa sengaja mata Nayla di suguhkan dengan tatapan tajam seorang pria yang di arahkan kepadanya.. Leo, pria itu Leo.. Langkah kaki Nayla terasa kaku namun ia paksakan untuk tetap berjalan ke arah meja yang kosong.. Dan lagi, kesialan menghampiri Nayla,, meja yang terisa saat ini hanya meja yang berhadapan dengan meja yang di tempati oleh Leo.. Nayla duduk berhadapan dengan Leo sementara Ariel membelakangi Leo.. Ariel yang sedari tadi sudah memperhatikan wajah Nayla yang seketika berubah sesaat setelah memasuki restoranpun tak dapat menyembunyikan rasa penasarannya... Diraihnya tangan Nayla yang berada di atas meja dengan lembut dan sesekali mengusapnya dengan jemarinya... Nayla yang merasakan sentuhan itupun tersadar dari lamunannya dan memfokuskan pandangannya pada Ariel... "Ada apa? dari tadi aku perhatiin kamu kayaknya nggak nyaman gitu? apa kita ganti restoran aja?"..... Tanya ariel lembut dan menatap manik mata nayla.. "ahk maaf, kita tetap makan di sini aja yah lagian kalau kita ganti tempat lagi pasti memakan waktu..aku nggak apa-apa kok mungkin cuman lagi capek aja makanya nggak terlalu fokus.." Mendengar penuturan nayla tak lantas membuat Ariel percaya begitu saja, tapi ariel tetap membiarkan semua berjalan sebagaimana mestinya.. "Ya sudah, kamu mau pesan?" tanya ariel sambil menyodorkan buku menu untuk Nayla "aku cumi saus padang dan minumnya Cappucino aja,, kamu riel?" "saya samain aja yah mbak sama tunangan saya" sambil mengembalikan buku menu tersebut pada pelayan restorannya.. "baik, mohon di tunggu yah pak bu".. ..... Sementara itu di satu sisi, di ruangan yang sama Leo yang melihat pemandangan itu merasa seperti sedang terbakar.. entah apa yang sebenarnya di rasakan pria itu saat ini.. terlebih saat mendengar Pria itu menyebut Nayla sebagai tunangannya.. Tangannya mengepal kuat di bawah sana, tatapannya tajam menghunus ke manik mata yang ada di hadapannya seakan mencoba menyampaikan kemarahan yang ada didadanya.. 'tunggu waktunya tiba aku akan membuat perhitungan dengan pengkhianat sepertimu wanita j****g' batin Leo penuh kemarahan "Tuan Leo apa ada sesuatu terjadi?" tanya tuan Betran mengikuti arah pandangan Leo.. "Tidak ada" jawab Leo singkat. "Apakah Tuan Leo mengenal wanita itu?" tanyanya penasaran karena melihat tatapan Leo yang terarah pada Nayla adalah tatapan yang tidak biasa.. "Tidak, saya tidak mengenal orang itu,, itu hanya orang asing" jawab Leo dengan suara yang naik satu oktaf sehingga kalimatnya mampu di dengar oleh orang di sebrang sana.. Sedangkan Nayla yang mendengar Leo menyebutnya sebagai orang asing hanya bisa terdiam sambil membalas tatapan Leo tak kalah datarnya... Melihat tatapan Nayla membuat Leo tersenyum sinis,, namun senyum yang dia tampilkan seketika menghilang entah kemana sesaat setelah Leo melihat ada cairan bening yang mengalir di wajah Nayla.. 'Apa ini,, kenapa dia menangis,,'batin Leo bertanya,, tak bisa di pungkiri di sisi lain hatinya merasa sakit melihat nayla menangis.. tapi pemikiran itu segera di lenyap kan nya.. karena saat ini yah paling utama adalah membuat orang yang sudah mengkhianatinya menderita.. 'ck j****g sialan..' maki Leo dalam hatinya..sungguh saat ini Leo sangat-sangat membenci Nayla.. Nayla sendiri yang tanpa sengaja mengeluarkan air matanya segera menghapus air mata itu agar tidak terlihat oleh ariel yang saat ini tengah sibuk dengan makanannya.. "Riel, bisakah kita balik sekarang aku rasanya capek banget" bohong nayla pada ariel, sejujurnya nayla tidaklah capek hanya untuk sekedar jalan-jalan saja tapi karena dia tidak mampu harus berhadapan lebih lama lagi dengan Leo, terlebih mendengar Leo menyebutnya sebagai orang asing.. "Ok kita balik sekarang,, kamu tunggu di sini aku ke kasir sebentar" yang di jawab anggukan kecil oleh nayla.. Hening tak ada suara apapun yang ada hanya dua pasang mata yang saling bertatapan dengan arti dan pemikirannya masing-masing.. Sementara tuan betrand yang melihat rekan bisnisnya menatap seorang wanita dengan begitu intens yakin bahwa wanita itu memiliki arti sendiri untuk Leo, tidak seperti apa yang di katakan Leo tadi bahwa mereka hanyalah orang asing.. Panggilan dan uluran tangan dari Ariel menarik kembali Nayla dari lamunannya.. "Ayo jalan sekarang" "iya" sambil membalas uluran tangan ariel.. Leo yang melihat kedua orang itu pergi dengan bergandengan tangan sungguh sangat berusaha menahan semua emosinya.. Mungkin saja saat ini jika ia sedang tidak berada dengan rekan bisnisnya,, Leo akan menghampiri mereka dan akan memberikan pelajaran.. "kita lihat saja nanti" gumam Leo.... Flashback off "Kenapa harus ketemu lagi jika rasanya akan sesakit ini" gumam Nayla dengan air mata yang mengalir deras di wajahnya, punggungnya bergetar hebat karena tangisan memilukan .. karena terlalu capek menangis tanpa bisa di cegah, Nayla tertidur di balkon kamarnya dengan posisi meringkuk seperti bayi dengan memeluk erat kedua lututnya.. Tidak ada siapapun yang menyadari jika putri bungsu dari keluarga Lee itu menghabiskan malam dengan Luka yang kembali terbuka..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN