Bab 24. Belanja

1083 Kata

"Udah keluar tuh. Emang rese, udah tau istri mau ke Mall malah disuruh kayak gitu. Keterlaluan kamu." Yang diomelin malah cengengesan. Memejamkan kedua mata di atas tempat tidur. "Eh, makasih. Makasih, Sayang," katanya sambil memanyunkan bibir seolah sedang menciumku. "Sayang, sayang. Pala lu peang," ucapku masuk ke dalam toilet, membersihkan diri. Usai membersihkan diri, aku bersiap mengantar Bapak ke Mall. Terlihat Damian sudah duduk di kursi meja kerja yang ada di dalam kamar. Aku menghampiri, meraih telapak tangan kanan Damian, lalu mencium punggung tangannya. "Hape kamu bawa! Kalau ada apa-apa, cepet hubungi aku. Si Toni dan si Bram nanti ikut sama kamu." Kedua mataku membeliak. Ngapain dua raksasa itu ikut denganku? "Dam, gak usahlah dua raksasan itu ikut sama aku. Ribet ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN