Metamorfosa Celline

1235 Kata

Kita bertemu lagi, Celline. Suara itu seperti gema yang terus saja terdengar di telinga Celline, merangsek kesadarannya, mengambil fokus secara penuh. Kendall. Nama yang dulu sempat menjadi bagian dari dirinya, menyatu bersama detak nadinya, sekaligus menjadi nama orang yang sanggup menyakitinya dengan sangat dalam. Sungguh menggelikan. Seseorang yang menorehkan senyum, menjadi orang yang menorehkan duka. Seseorang yang merengkuh, menjadi orang yang menusuk. Dunia ini memiliki kontrakdiksi yang kadang di luar nalar. Waktu hanya menjadi saksi bisu. Betapa hasrat diri mampu berbalik arah dari jalan seharusnya. Protes tak lagi memiliki makna. Tanya tak selalu memiliki jawab. Garis hidup siapa yang berhak mendikte? Lelucon kejam sering kali tercipta. Saat ini, Celline ingin tertawa.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN