"Aku harus segera kembali, kalian lanjutkan saja makannya. Biarkan aku yang mentraktir kalian kali ini." Celline berkata terburu-buru. Dia menyambar tas tangan kecilnya dan segera berjalan menuju kasir kedai. Ketiga teman Celline hanya bisa saling bertatapan. Emily yang terlihat paling khawatir di antara mereka. Dia seperti menangkap sesuatu yang tidak beres. Setelah Celline menerima telepon, dia tiba-tiba jadi berubah sikap. Mungkinkah ada sesuatu yang buruk terjadi? "Aku pikir ada yang salah dengan kondisi Celline!" Emily berkata pelan. Dia menatap sosok Celline yang masih sibuk di kasir. Wajah wanita itu terlihat sedikit pucat. Gestur tubuhnya juga seperti orang yang tertekan. "Kupikir juga begitu. Ada yang tidak beres!" Erica membenarkan. Dia mengusap kedua telapak tangannya, mer

