"Kau ingin menjualku?" Celline berteriak putus asa. Tidak mungkin, bukan? Kendall yang ia kenal adalah lelaki pertama yang akan melakukan apa pun untuk membela kepentingan Celline di atas segalanya. "Kenapa tidak? Aku pastikan jika kau lepas dariku, kau akan merasakan neraka yang sesungguhnya!" Kendall berkata pelan, menekankan setiap katanya. Dengan cepat, Celline memutuskan sambungan dan membanting ponsel yang ia genggam ke atas ranjang. Dia menyentuh dadanya yang terasa sakit. Ini adalah rasa sakit yang sesungguhnya. Saat nilaimu tak ada, saat harga dirimu lenyap, saat orang-orang yang ada di sekelilingmu hanya menginginkan manfaat saja, ke mana lagi kepedihan mampu dialihkan? Perlahan, tangan Celline menyusuri perutnya yang rata. Tanpa ia duga, duka ini kembali hadir. Membu

