Tidak ada yang lebih menyakitkan Celline selain menyadari kenyataan bahwa Kendall telah menikah. Tatapan matanya masih tertuju pada potret besar yang sengaja dipajang sebagai back ground utama ruangan ini. Dalam potret tersebut, tampak Kendall memakai setelan hitam dengan kemeja putih tengah memeluk pinggul seorang wanita dari belakang. Wanita itu menghadap ke kamera dengan senyum anggun dan amat menawan. Rambutnya hitan legam bergelombang. Matanya gelap, seperti malam tanpa ujung dengan kekuatan magis yang mampu membuat orang menatap lama padanya. Bibirnya penuh dan sansual. Garis rahangnya tinggi dengan kesan bangsawan yang amat kental. Wajahnya memiliki karakter wanita latin. Mungkin Brazil atau Argentina. Dari perkiraan kasar Celline, mungkin wanita itu berusia sekitar tiga puluh tah

