Abdullah Breck Abdullah menerobos masuk bandara begitu ia tiba di Airport. Tak dipikirkannya lagi mobil yang ia parkir di sembarang tempat itu, yang ia pedulikan hanya menemui gadis yang bertahun-tahun ia cari. Bertahun-tahun ia menahan segala perasaan nya, rasa penasaran nya, rasa marah, sekaligus rindu yang teramat sangat. Segala rasa yang membuatnya membuncah juga terluka di saat yang bersamaan. Ia mengedarkan pandangannya ke segala penjuru, tiap sudut bandara itu ia jelajahi. Di simaknya jadwal keberangkatan. Ia mengernyitkan dahi saat ia memperhatikan jadwal keberangkatan pesawat ke Indonesia. Seharusnya ia belum terlambat, masih ada waktu 7 menit dari jam keberangkatan. Peluhnya kini membasahi dahinya. Abdullah berharap penumpang yang ia cari belum c

