Samantha sibuk menyiapkan segala sesuatu dengan pernikahan mereka walau sudah dibantu dengan wedding organizer. Sean sudah mengatakan agar Samantha duduk santai saja, tak perlu repot dengan segala urusan pernikahan. Tapi Samantha tak menghiraukannya, dia ingin semuanya terlihat sempurna. "Kau kenapa Sam wajahmu kok lesu begitu?" tanya Sean. "Aku lelah menyiapkan segalanya walau sudah ada WO yang menghandel." "Sudahlah santai aja, nikmati segala prosesnya." "Tapi—" "Tak ada tapi-tapi, aku tak mau nanti kau lelah dan tak bisa melayani aku." "Seaaaan pikiranmu kok tentang itu terus, sih." "Loh memang salah. Kan menikah tujuannya untuk itu." "Haduuuh males akh bicara denganmu, ujung ujungnya pasti itu melulu." Sean tertawa melihat wajah Samantha yang kesal. Dia memang tak ingin Sam

