Samantha terbangun di pagi dengan perasaan bahagia, dia melihat Sean tidur disampingnya...
Samantha menyentuh hidung, wajah Sean yang sangat tampan.
"Sudah puas sayang menyentuh wajahku." Sean dan memeluk Samantha dengan mesra.
"Aku mencintaimu Sean,"
"Aku lebih mencintaimu Sam,"
Mereka tertawa bersama... perasaan Sean dan Samantha sangat bahagia. Mereka pun lagi lagi memadu kasih diatas ranjang.
"Kau begitu nikmat Sam." Sean dengan napas terengah-engah saat mereka selesai dengan kegiatan diatas ranjang.
"Kau juga sangat gagah Sean selalu tau cara memuaskanku,"
Siang setelah mereka saling berbagi kenikmatan. Sean dan Samantha pergi kepantai, pantai tempat favorite Samantha. Sampai di pinggir pantai Samantha melihat Sean yang menatap ke arah laut
"Apa yang kau lihat dan pikirkan sayang" tanya Sam
"Aku memikirkan akan membelikanmu rumah untuk kita agar bebas bertemu kapanpun kita mau, kau tau kan sam aku hampir tiap hari tak bisa tanpa dirimu,"kata Sean pada Sam
"Apapun keinginanmu aku akan ikutin Sean,"
Pikiran Samantha saat ini hanya tentang Sean. Dia seakan lupa dengan persoalan di London. Hubungan terlarang dia dengan kakak iparnya sendiri dan tentang Samuel yang sudah meninggal. Sampai sekarang pun Samantha tak tau kalau daddynya Samuel telah meninggal. Sean sengaja tidak memberitahu kan hal tersebut dari Samantha. Sean berpikir setelah kembali ke London baru Sean akan memberitahukan Sam tentang Samuel.
"Besok kita pulang Sam dan Jangan pernah menghindari ku lagi dan kau harus selalu siap untuk melayani ku,"kata Sean
Samantha tersenyum mendengar Sean yang selalu meminta hubungan intim pada Samantha dan Samantha juga menikmatinya.
************
Besoknya mereka bersiap siap untuk pulang ke London. Kota Paris akan menjadi kenangan terindah bagi Samantha bisa selalu bersama sama dengan Sean pria yang sangat dia cintai. Sesampainya di bandara Heathrow London mobil Sean sudah berada di sana. Sepanjang perjalanan pulang Samantha duduk dipangkuan Sean yang sedang menyetir dan mereka saling berciuman mesra.
Saat akan mendekati rumah, Sean dan Samantha bercinta di dalam mobil. Sean tau nanti pasti Sam tak ingin bercinta dengan Sean. Sam pasti akan terluka dan menangis saat dia tau Samuel meninggal. Sean tak ingin menyiayiakan kesempatan untuk selalu bersama Samantha, kapan pun dan dimana pun.
Sean mengantarkan Samantha dan Sean pergi ke kantor. Mereka seperti itu supaya Stella tak curiga mereka 4 hari menghabiskan waktu bersama.
Tak lama Sean pergi, Stella pulang bersama dengan Will.
"Sam..." Stella berlari menuju arah Sam dan memeluknya.
"Dari mana saja kau, kakak bingung mencarimu Sam, ponselmu tak bisa dihubungi, kau sangat membuat kakak kwatir, kalau sampai hari ini kau tak ada kabar kakak berencana akan menghubungi polisi," kata Stella menangis.
"Kak aku baik baik saja, aku pergi ke Paris bersama temanku," ujar Sam berbohong.
"Bukannya kau tak punya teman Sam," kata Stella.
"Teman ku dulu di California kak, kami melepas rindu dengan bersenang senang, sudah lama aku tak berjumpa dengan Lisa dan Vie,"
"Loh ada kak Will." Sam heran melihat kehadiran will disana
"Haii Sam," sapa Will
"Haii kak Will," kata Sam
Samantha mengenal Will, Stella dan Will sudah bertunangan dan entah alasan apa tiba tiba Stella menikah dengan Sean. Walau Samantha dan Stella dulu satu rumah, mereka jarang berinteraksi. Saat Stella dan Sean menikah saja Samantha tak tau, tiba tiba mereka menikah dan sehari sebelumnya Samel dan Jane mengalami kecelakaan. Hanya rasa sakit dan kecewa yang di rasakan Samantha begitu tau Sean dan Stella menikah tapi dia tak bisa berkata apapun lagi.
"Sam kau harus sabar yaa sayang...” kata Stella.
"Kenapa kak?" Tanya Sam heran.
"Daddy...” kata Stella.
"Daddy kenapa kak?" kata Sam.
"Daddy meninggal kemarin, kakak dan Will baru dari pemakaman daddy." Stella menangis dan memeluk Sam
Bagaikan di sambar petir, Sam sangat terkejut dan tak menyangka daddynya meninggal.
"Kak jangan bercanda." Sam sambil tertawa tapi air mata mengalir di pipinya
Stella hanya menangis melihat Sam yang sangat terpukul.
"Kenapa daddy meninggalkan aku kak, setelah aku banyak berkorban untuk daddy. Dari kecil aku tak pernah bersama daddy, daddy tak pernah ada saat aku merindukannya kak dan Daddy memisahkan aku dengan orang yang kucintai, aku rela semuanya demi daddy tapi kenapa daddy malah pergi kak"teriak Sam
Stella dan Will hanya bisa melihat Samantha menangis sedih tak terima meninggalnya Samuel.
"Ini semua karena kau." Sam menujuk Sean dengan marah. Sean sudah berada disana melihat Sam menangis tak terima Samuel meninggal.
Sam dengan marah menghampiri Sean.
"Karena kau pria b*****t, kau menyebabkan ini semua, jika kau tak membawa...,"
"Samantha jaga bicaramu," bentak Stella.
Ucapan Sam terhenti karena bentakan Stella. Sam pun melihat Stella
"Kakak membela pria ini!!! Kakak kira suamimu itu baik!!! Dia lah penyebab semua ini" teriak Sam pada Stella dan Stella menampar Sam.
"Plak"
Semua terkejut Stella menampar pipi Samantha.
"Hahahaha kakak menaparku," tawa Sam tapi masih dengan air mata mengalis deras di pipinya. Tak lama sam pun tak sadar kan diri, sam sangat terpukul.
"Maaf kan kakak Sam... maaf kan kakak Sam." Stella memeluk tubuh Sam sambil menangis.
************