Camila baru saja sampai di sebuah cafe yang berada di dekat taman kota. Kafe itu bertemakan alam sehingga segala pernak pernik dan kursi di sana terbuat dari kayu serta aneka ukiran yang menjadi pajangan. Tidak lupa banyak tanaman hias di setiap sudut ruangan yang semakin menambah kesan natural kafe ini. Saat Camila melewati pintu kayu bercat putih, suara denting bel terdengar. Ia pun melihat ke sekelilingnya dan tatapannya menangkap sosok Gilang yang duduk tak jauh dari jendela persegi yang dipinggirannya terdapat tanaman anggrek yang menggantung dengan bunga yang sangat cantik. Ia pun menghampirinya dan menarik kursi di depan pria itu lalu duduk di depannya. "Apa kabar?" tanyanya dengan seulas senyum seperti biasa. "Baik. Mau pesan apa?" tanya Gilang yang menyodorkan buku menu ke depan

