Part 93

1417 Kata

Di rumah yang sederhana dan sepi itu, Kevin dan Adnan masih duduk di ruang tamu sementara Ayah Camila sudah masuk ke kamarnya. Ibu Camila keluar dengan membawa dua cangkir teh hangat dan beberapa cemilan. "Makanlah." "Terimakasih." Ibu Camila melirik sekilas ke arah pintu kamarnya yang tertutup rapat dan menghela nafas panjang. "Sebenarnya kesehatan ayah Camila sedang tidak baik. Kesehatannya menurun semenjak kedatangan kamu dan Camila pertama kali ke sini." Ia menatap Kevin. "Dia terlalu egois dan mengedepankan kesalahan yang Camila buat tanpa memikirkan perasaan yang sebenarnya pada anaknya itu. Saya pikir, mungkin dia butuh waktu." "Maafkan saya, bu. Saya tidak bermaksud membuat kesehatan ayah Camila menurun." Ibunya Camila mengangguk. "Saya tahu. Kamu hanya berusaha bertanggun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN