Part 69

1258 Kata

"Ibu." Suara Camila seakan terdengar begitu hampa terbawa oleh angin yang cukup menusuk pagi itu.  Arini masih terdiam, tampak tangannya yang mulai keriput mengusap ujung matanya yang sudah basah.  Dengan mengumpulkan keberanian, Camila menghampiri ibunya yang masih bergeming di tempatnya. Wanita itu akhirnya jatuh terduduk di depan wanita yang pernah mati-matian bertarung nyawa demi melahirkannya itu. Tangisannya pecah ketika ia memegang telapak kaki sang ibu. "Maaf, bu. Maafkan Camila." Arini tak sekuat yang ia kira, ia pun ikut terisak dan menyuruh Camila agar bangkit. "Sudah, nak. Sudah." "Semua tidak seburuk yang Bara ceritakan. Dia memanipulasi semuanya, bu." Camila menggeleng-gelengkan kepalanya, takut jika orangtuanya begitu percaya pada mantan menantu mereka dibanding anaknya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN