Part 55

1241 Kata

"Lepas," gumam Camila sembari menepis tangan pria itu dari bahunya.  Pria yang memiliki rahang tegas, manik mata kecokelatan serta hidung mancung dan alis yang tebal itu tidak memaksa untuk terus merangkul Camila. Ia melepaskan tangannya dan mengusap rambut cokelat terangnya. "Maaf. Aku hanya tidak suka ada yang bersikap kasar dengan wanita, di depan banyak orang pula," ucapnya dengan santai. Camila menoleh pada pria asing itu. Pria berkemeja merah maroon itu menatapnya dengan intens. "Terima kasih sudah membantuku," ucapnya akhirnya. "Tidak masalah..." Pria itu mengedikkan bahunya. "Camila." Camila tersentak kaget karena pria itu mengetahui namanya. Kening wanita itu berkerut. "Kenapa kamu tahu namaku?" "Kita pernah bertemu walaupun saat itu kamu tidak menyadarinya. Ah ya. Kita perna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN