"Si Lisa itu emang dari dulu nggak ada kapoknya. Belum aja kena stroke biar mulutnya yang tukang nyinyir itu menyong-menyong," ucap Andari yang malam itu sedang bersantai di rumah kacanya setelah beberapa jam mengadakan acara reunian kecil-kecilan sekaligus memberikan teman-temannya undangan pernikahan anaknya. "Husss! Tan. Kalo ngomong suka bener, nanti aku aminin nih," ucap Hana yang menanggapi sambil terkekeh geli. Untunglah saat acara tadi pilihannya untuk menetap di kamar bersama Kalvi, Rey dan Mas Adnan adalah pilihan yang tepat. Daripada ketularan emak-emak tukang nyinyir. Andari ikut tersenyum geli. Lalu menoleh pada Camila yang hanya diam sembari menatap s**u hangat di depannya. "Sudah. Omongan nenek sihir itu jangan ditanggapi." Ia mengusap punggung tangan Camila dengan lembut

