Chapter 22

1278 Kata

Mampus. Queen meratapi nasibnya yang mengapa hari ini sunggguh amat sial. Ia pikir dirinya bisa keluar dari labirin ini, namun nyatanya! Lihatlah! Dia masih saja berkeliling bak orang hilang di sana. "Ini juga labirin napa tinggi amat dah batesnya, kan jadi takut manjat aing." Serunya kesal. Padahal kalaupun dia manjat roboh yang ada tu labirin. Kraukk Aih. Queen mengusap perutnya dengan mata nanar, dirinya menghembuskan nafas untuk kesekian kalinya, hei bestie dirinya hanya makan tadi pagi saja sekali, dan ini sudah malam. Mari tertawakan dirinya bersama-sama. "Sialan Azelyn, emang brengshake. Tidak berguna, beban, kenapa sih amjing, kesel gue pen bom pala dia." Rutuk Queen tak henti-henti. Dirinya menjatuhkan pantatnya di bawah tanah, "Auh, sakit b**o!" Ujarnya lagi kesal pada diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN