Chapter 19

1090 Kata

Disini kita sekarang, di dalam kamar Cesario dan Austin. Queen menghembuskan nafasnya, berulang kali dirinya memijit kepalanya pening. "KENAPA MASALAH INI TIDAK BERAKHIR BERAKHIR HAH?" Tanya Queen berteriak pada dirinya sendiri, jujur ia rasanya ingin menangis sekarang. "Kenapa kau sangat memusingkan hal itu?" "Ya, tak bisakah kau tenang saja? Lagi pula benar kata Austin, kapan lagi ada Pengeran yang mau menikahi manusia sepertimu." Ujar Cesario yang di angguki Austin. Queen menggeram dalam keterdiamannya, tenang? Ya. Mungkin maksudnya tenang-tenang lalu mati kemudian. "Sudahlah Queen, kau harua sabar." Ucap Austin menepuk bahu Queen secara dramatis mencoba untuk menenangkan adiknya. Namun hal itu malah semakin membiat Queen tertekan dibuatnya. Hufttt. Azelin. Satu nama kramat yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN