{06/DI PUBLISH}

1139 Kata
"Itu tangan lo kenapa njir di perban gitu?" Tanya Alesha "Kena pecahan gelas." Blas Azura Kini mereka berdua sedang berada di dalam sebuah restoran, setelah kelas Azura selesai Azura langsung pulang dan menyeret Alesha untuk bersiap siap agar pergi bersama nya "Gw udah resmi putus sama Deron." Ucap Azura "Lo udah ketemu dia?" Tanya Alesha Azura mengangguk pelan, "Ga tau kenapa gw belum rela ngelepasin dia Sha, gw masih cinta sama Deron." Lirih Azura Alesha menghela nafas pelan, berusaha meredam emosi nya yang tiba tiba naik. Ingin sekali Alesha memberi pelajaran pada pria b******k itu tapi Alesha tak bisa karena tak akan di biarkan oleh Azura Alesha menepuk pelan bahu Azura, "Udah, cowo kek dia ga pantes buat lo. Daripada galau gini kan lo mending ketemu sama bokap nya Deron, sekalian gebet aja." Ucap Alesha memberi candaan pada Azura Azura terkekeh pelan, "Kek nya bagus juga ide lo, mayan kan dapet duda ganteng plus kaya raya juga." Ujar Azura yang sudah kembali ceria Alesha pun tersenyum melihat Azura yang kembali ceria, tak lama suara teriakan menggema di seluruh restoran membuat semua pasang mata mengarah pada sang pemilik suara yang ternyata adalah Gara, sahabat Azura dan Alesha "Aura! Esha!" Teriak Gara Azura dan Alesha kompak menunduk menyembunyikan wajah mereka karena teramat malu, Gara pun datang menghampiri mereka berdua dan mereka berlagak seolah tak mengenal Gara "s****n lo berdua, gw di sini kalian malah kek gitu." Ujar Gara Gara pun duduk di tengah tengah Azura dan Alesha, "Kalau ada kabar di media gw punya temen gila, awas aja lo." Ucap Azura pada Gara "Aelah, harus nya kalian tu bersyukur punya temen kek gw." Balas Gara dengan senyum tengil nya Dengan tak berperasaan Azura menjitak kepala Gara dan Alesha yang menginjak kaki Gara, tentu nya Gara berteriak kesakitan apalagi Alesha yang menggunakan heels membuat kaki nya terasa ngilu "Sekali lagi lo ngomong nya ngawur gw tenggelemin lo di kolam buaya nya Azura." Ancam Alesha Gara hanya menatap sinis Alesha sembari mengelus ngelus kepala nya yang sudah di jitak oleh Azura "Ra, lo udah liat berita?" Tanya Gara pada Azura Azura menggeleng, lalu Gara pun mengeluarkan ponsel nya dan memperlihatkan sebuah berita yang sedang ramai di perbincangkan oleh media Alesha yang penasaran pun juga ikut melihat ke isi ponsel Gara, dan saat melihat nya Alesha langsung membulatkan mata nya karena terkejut sedangkan Azura tidak bereaksi apapun dan hanya menatap datar ponsel Gara "Pantesan njir pas kita berdua masuk ke sini yang lain nya pada merhatiin Zura terus sambil ngerumpi gitu, karna berita ini toh." Sahut Alesha "Kalian harus liat ini juga." Ucap Gara sembari membuka forum kampus Lagi lagi Alesha di buat terkejut dengan apa yang di lihat nya, sedangkan Azura masih tak bereaksi apapun "Ni jal*ng emang minta di kubur cepet cepet njir, sekarang lo ga bisa hentiin gw lagi Ra, ni cewe harus di kasih pelajaran." Ucap Alesha penuh emosi Dan setelah nya tanpa mengatakan apapun lagi, Alesha pergi dari sana dengan emosi yang memuncak "Lo ikutin Esha, gw juga mau pergi." Ucap Azura "Esha! Tungguin gw!" Teriak Gara sembari berlari mengejar Alesha Azura segera mengenakan jaket nya dan segera keluar dari restoran itu setelah membayar tagihan nya Azura segera berjalan menuju parkiran dan langsung melajukan mobil nya menuju kantor Denzel Azura ingin meminta penjelasan pada Denzel atas apa yang sudah di perbuat nya, tak lama Azura pun sampai di kantor Denzel Saat masuk semua tatapan mengarah pada nya tapi mereka masih bersikap sopan pada Azura karena masih mengingat siapa Azura. Setelah bertanya pada resepsionis dimana ruangan Denzel, Azura segera menuju lantai paling atas di mana letak ruangan Denzel Saat sampai di atas, Azura bertemu dengan Brian sekretaris Denzel. Dan Brian segera menunjukkan jalan pada Azura untuk ke ruangan Denzel Setelah sampai, Brian pun pamit pergi dan Azura pun segera masuk ke dalam ruangan Denzel di mana Denzel yang sudah duduk di sofa seakan menyambut Azura "Maksud semua nya apa?" Tanya Azura tanpa basa basi Denzel berdiri dari duduk nya dan mempersilahkan Azura duduk dan Azura pun langsung duduk manis di sofa menanti jawaban Denzel "Mau kopi?" Tanya Denzel "Saya ga mau basa basi om, saya cuma butuh penjelasan dari om." Ucap Azura Denzel terkekeh pelan lalu mengangguk dan akhir nya duduk di samping Azura "Saya sengaja melakukan nya agar Deron semakin percaya dan tidak curiga pada hubungan kita, asal kamu tahu saat kamu masuk ke dalam dapur Deron kembali pada saya dan menanyakan tentang hubungan kita. Walaupun saya sudah memberi penjelasan yang cukup jelas walaupun itu semua bohong, Deron tetap masih curiga walaupun dia tak mengatakan nya langsung. Jadi saya mengumumkan hubungan kita supaya Deron tak lagi curiga." Jelas Denzel Azura mengangguk, Azura dengan cepat menangkap maksud Denzel dan merasa perbuatan Denzel tak ada salah nya "Tapi, karna berita itu pacar Deron mengambil kesempatan untuk membuat nama saya buruk di mata publik." Ucap Azura "Kamu tenang saja, besok kita akan melakukan konferensi pers untuk memperjelas hubungan kita ke publik. Jadi nama kamu akan tetap baik, dan masalah Clara hal itu saya yang akan urus." Ucap Denzel Azura mengangguk paham, "Urusan Clara udah di urus sama temen saya om, jadi om ga perlu urus Clara lagi." Balas Azura Denzel pun mengangguk paham, lalu kedua nya pun hening hingga Azura lebih di luan berbicara "Om bisa jujur ga?" Tanya Azura dengan polos nya Denzel mengatakan heran Azura dan sedetik kemudian Denzel tertawa cukup keras membuat Azura memperhatikan wajah Denzel yang berkali kali lipat lebih tampan dari pada biasa nya "Saya tidak tahu jika kamu bisa melontarkan pertanyaan yang tak masuk akan begitu." Balas Denzel setelah tawa nya reda Azura menatap datar Denzel, "Bisa ga langsung di jawab aja, saya juga baru tahu kalau om basa basi nya banyak banget." Balas Azura Denzel kembali tertawa pelan merasa lucu dengan ungkapan Azura yang terlalu jujur "Kamu mau tanya apa?" Tanya Denzel "Om kenapa mau bantuin saya?" Tanya Azura Denzel tersenyum tipis, "Kamu akan tahu secara perlahan." Balas Denzel ambigu Baru saja Azura ingin kembali bertanya, Denzel lebih di luan memotong Azura "Saya mau liat postingan Clara." Ucap Denzel Merasa Denzel tak akan memberitahu nya, Azura memilih bungkam dan memberikan ponsel nya pada Denzel "GADIS YANG SELALU DI PUJA PUJA TERNYATA MEMILIKI HUBUNGAN GELAP DENGAN AYAH KEKASIHNYA SENDIRI." Begitulah tulisan yang tertera pada postingan Clara di forum kampus Yah, Denzel mempublikasikan hubungan nya dengan Azura walaupun hanya pura pura. Dan ternyata dampak buruk nya pun terjadi "Tapi om, mau gimana pun kita bicara besok. Tindakan saya yang jadi pacar om itu tetap di cap buruk juga sama orang orang." Sahut Azura Denzel mengangguk membenarkan ucapan Azura, "Kamu tenang saja, saya akan memikirkan cara agar nama kamu kembali baik." Balas Denzel Kedua nya pun saling terdiam hingga ponsel Azura berdering yang ternyata Gara lah yang menelfon nya "Ra, buruan kesini kalau lo ga mau temen lo jadi pembunuh." Ujar Gara panik TBC See you next chapter
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN