29. Dua Sisi

1171 Kata

Pagi itu, Yura dan Olivia duduk bersama di sebuah kafe dekat kantor Miguel. Suasana masih lengang, dan obrolan mereka terasa ringan—setidaknya di permukaan. Namun, Yura adalah orang yang cermat. Ia tahu ada sesuatu yang disembunyikan oleh Olivia, dan nalurinya mengatakan hal itu berkaitan dengan Miguel. “Akhir-akhir ini kamu terlihat berbeda, Kak,” ujar Yura dengan nada penuh selidik, sambil menyeruput kopinya. “Seperti ada sesuatu yang membuatmu bahagia.” Olivia hanya tersenyum gugup, lalu berusaha mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela. “Mungkin kau cuma terlalu banyak berpikir, Yura. Aku hanya fokus dengan pekerjaanku, tidak ada yang aneh.” “Tapi, kalau memang ada yang spesial, kamu bisa cerita kok sama aku,” kata Yura sambil tersenyum tenang, matanya memancarkan rasa ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN