Setibanya di apartemen mewah Miguel, suasana di dalam ruangan terasa sunyi dan tegang. Olivia mendapati dirinya digiring masuk dengan langkah cepat, sementara Miguel hanya fokus menatap lurus ke depan, ekspresi wajahnya keras dan tak terbaca. Begitu pintu apartemen tertutup, Miguel menggenggam lengan Olivia dengan hati-hati, namun penuh ketegasan, membawanya menuju kamar tidur. Olivia sedikit tersentak saat Miguel menghempaskan tubuhnya di atas ranjang yang besar dan empuk. Detik itu, dia merasa terperangkap, terjebak dalam situasi yang begitu intens. Dia mencoba duduk, ingin mengucapkan protes atau setidaknya mempertanyakan apa yang sebenarnya diinginkan Miguel, tetapi pria itu menahannya dengan tatapan tajam. “Miguel, aku—” Belum sempat Olivia menyelesaikan kalimatnya, Miguel sud

