BAB 77 – Haruskah Adil?

1778 Kata

Setelah berbulan-bulan lamanya meja makan itu sepi tanpa kehadiran Aulia, kini meja makan itu kembali ramai oleh kehadiran Aulia dan Rayhan. Rea memutuskan untuk duduk di samping Aulia. Ia bercerita tentang banyak hal kepada kakaknya itu. “Teh Aulia kok nggak ada lagi main-main ke sini? Rea kangen tahu sama teteh. Aa Rayhan juga, kenapa gak pernah datang ke sini? Bukankah teh Asri juga istrinya Aa ya? Tapi kok aneh, Aa hanya di Kalimantan saja tapi tidak pernah menemui teh Asri ke sini?”  Celotehan gadis tujuh tahun itu, membuat hening suasana meja makan. “Hush ... Rea tidak boleh bicara seperti itu. Itu urusan orang dewasa, Rea tidak boleh ikut campur dengan urusan orang dewasa, okay.” Andhini segera mengingatkan putri bungsunya. “Rea bukannya ikut campur, Mama ... Rea’kan cuma tanya.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN