BAB 84 – Penyesalan Deden

1525 Kata

Deden merebahkan tubuhnya dengan kasar di atas ranjang tak berdipan, miliknya. Hari ini, pria itu kembali ke rumah sakit, namun ia tidak menemukan Asri lagi di sana. Asri dan dan putranya sudah kembali ke rumah mereka. Deden mengambil ponselnya dan menatap ponsel itu dengan saksama. Dengan diam-diam, ia datang menyelinap ke kamar rawat inap Asri ketika wanita itu tengah terlelap. Deden berhasil mengambil foto Dimas yang tengah terlelap. Pria itu terus memerhatikan foto Dimas dengan saksama. Ia tertegun dengan sosok pria mungil yang ada di ponselnya. Pria kecil yang begitu lucu dengan pipi gembulnya yang mulus. Senyum yang menawan dengan mata terpejam. Deden kembali terhenyak, kesalahan yang fatal sudah membawanya ke titik tersulit dalam hidupnya. Nafsu setán yang sulit ia kendalikan, me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN