SMA Negeri 1 Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Aulia berkali-kali menatap ponselnya. Di pamflet yang sudah ia foto, tertera jelas tempat dan alamat pelatihan yang seharusnya diikuti oleh ayahnya. Samarinda ... jauh banget dari sini, aku harus naik pesawat ke sana. Mana aku tidak punya saudara di sana, bagaimana aku bisa ke Samarinda? Aulia terus berpikir keras. Ia begitu teringin pergi ke Samarinda untuk menemui Reinald. “Ul, melamun saja. Lagi ngelamunin apaan sih?” Rossa yang baru saja datang, menepuk bahu Aulia. “Oiya ... Rossa, bukankah tempo hari kamu bilang dalam minggu ini mau ke Samarinda ya? Ada nikahan saudara papa kamu, iya’kan?” Tiba-tiba Aulia ingat akan sesuatu. “Iya, memangnya kenapa? Kamu mau ikut?” Aulia yang tadinya murung karena berpikir, tiba-tiba berubah sumring

