Ada begitu banyak hal yang terpancar dari mata yang kini tengah terus memandangi wanita, yang jadi hanya bisa terbaring, lemah tak berdaya. “Kata dokter Putri cuma syok, dia bakal bangun sebentar lagi...” Lina merasa harus memberitahukan hal itu kepada Dewa, yang sudah di buat tak bisa sedikit pun tenang, atas reaksi Putri yang baru mengetahui kabar janin dalam kandungannya itu. Jelas bisa di pahami kalau Putri malah mengamuk, tak bisa menerima, sedih, kecewa atas kehadiaran seorang anak yang seharusnya menjadi kado terindah dalam hidupnya bersama Nakula. Sangat di sesalkan sekali, bayi itu harus ada dan tumbuh di dalam perutnya, di tengah-tengah penghianatan yang sudah di lakukan oleh suaminya, juga dirinya. Kehadirannya sungguh tak tepat. Ia adalah buah hati dari cinta mereka yan

