Sebenarnya aku pikir Liu Hong tidak akan datang, tetapi tidak pernah kusangka bahwa dia akan datang secepat ini. Tadi saat aku menelepon Liu Hong, dia malah langsung memaki diriku habis-habisan saat mengangkat teleponku. Setelah selesai dimaki, langsung kukatakan bahwa aku ingin bertemu dengannya dan ada sesuatu yang ingin aku bicarakan. Sisanya, terserah dia mau datang atau tidak. Tapi, kedatangannya tak pernah kusangka. Aku menyodorkan kopi yang telah disiapkan sejak tadi ke depan Liu Hong. Wanita itu menolaknya dengan kasar, lalu mendengus dingin sambil berkata, “Wah! Hebat, ya, sekarang! Sudah bisa memesan kopi sendiri. Coba katakan padaku, bagaimana caranya kamu bisa berjalan sampai di sini? Berapa kali kamu jatuh dalam perjalanan kemari?” Aku sama sekali tidak menanggapi ucapan Liu

