Jantungku berdebar-debar, dan sosok telanjang kakak ipar muncul dipikiranku.
Sekarang aku mempunyai kesempatan untuk melihat tubuh kakak ipar lagi!
Memikirkan hal ini, kakiku bergerak dengan sendirinya menuju ke kamar mandi.
Kamar mandi ini terhubung dengan toilet, dan di pintunya terdapat sebuah celah. Celah di pintu kamar mandi rumah kami ini cukup besar.
Aku orang buta, sepupu dan kakak iparku sudah mengetahui tubuh satu sama lain dengan sangat baik, jadi mereka tidak perlu bersembunyi dari satu sama lain.
Pintu kamar mandi ini sudah lama rusak, dan sepupuku masih belum memperbaikinya, sehingga memberikanku kesempatan.
Aku berjalan berjinjit ke pintu kamar mandi, dan mengintip melalui celah di pintu.
Begitu melihat orang yang ada di balik pintu, aku terkejut! Orang yang sedang mandi itu ternyata bukan kakak iparku!
Tetapi orang ini memiliki bentuk badan yang sangat bagus! Ditambah lagi dia sangat cantik. Saat aku melihatnya, dia membungkuk, sepertinya dia ingin membasuh tubuh bagian bawahnya.
Aku menelan ludah dan tidak sabar menunggu dia untuk membalikkan badannya. Hanya jika dia membalikkan badannya-lah aku bisa melihatnya dengan jelas. Meskipun pemandangan di depanku sudah cukup menggoda, tapi siapa yang tidak ingin untuk melihatnya dengan lebih jelas!
Di bawah doaku, dia perlahan-lahan membalikkan badannya, sepertinya ingin membuat air menyiram lebih merata.
Tapi ketika dia berbalik, aku malah menjadi tidak bisa melihatnya dengan jelas. Aku hendak menempelkan badanku ke pintu untuk melihatnya lebih jelas lagi. Tetapi pintu kamar mandi tiba-tiba membuat bunyi yang keras.
Ini sontak membuatku kaget, aku buru-buru melangkah mundur, tapi semuanya sudah terlambat!
Orang yang sedang mandi itu membuka pintu dan bergegas keluar.
Begitu dia melihatku, dia tidak peduli bahwa dia saat ini sedang telanjang, dia langsung menampar wajahku dengan keras.
Meskipun begitu, dia masih belum lega dan lanjut memaki ku, “b******n busuk!”Dan tiba-tiba mendorongku yang masih kaget. Pada saat ini, pijakanku tidak stabil, sehingga dia mendorongku hingga aku terjatuh ke lantai.
“Ada apa? Apa yang terjadi?” Suara kakak iparku tiba-tiba terdengar.
Kakak iparku bergegas menghampiri.
Begitu dia melihatku terduduk di lantai, kakak ipar buru-buru jongkok di sampingku dan segera menanyakan apakah aku terluka.
Wanita tadi dengan cepat menunjukkan ekspresi malu, satu tangannya berusaha menutupi bagian pentingnya dan menunjuk ke arahku dengan tangannya yang lain, “Dia mengintip aku mandi!”
Kakak iparku tersenyum dan berkata, “Han Juan! Jangan membuat masalah, Xiaowei tidak mungkin mengintip kamu mandi.”
Han Juan berkata dengan bingung, “Maksudmu, aku menjebaknya? Aku melihatnya dengan sangat jelas, dia baru saja mengintip aku mandi dari pintu, dia si c***l besar!”
Kakak ipar ragu-ragu dan kemudian menjelaskan, “Han Juan, karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu, Xiaowei jadi tidak bisa melihat sama sekali. Mustahil bagi dia untuk mengintip kamu mandi.”
Han Juan menunjukkan ekspresi tidak percaya di wajahnya, dia kemudian menjulurkan tangannya dan kemudian melambaikan tangannya di depan mataku dan berkata, “Apa kamu benar-benar buta?”
Kakak iparku melotot kepada dia dan berkata, “Han Juan, kamu jangan konyol. Xiaowei benar-benar tidak bisa melihat.”
Han Juan mendengus dingin dan berkata, “Baiklah, aku percaya denganmu kali ini.”
Kakak iparku berbalik dan pergi, tapi begitu dia berbalik, Han Juan kembali melambaikan tangannya di depan mataku. Sepertinya dia masih belum percaya.
Kakak ipar pergi untuk membereskan kembali barangnya. Han Juan ini adalah sahabat baiknya, dan kakak ipar mengatakan akan menjamunya dengan baik, jadi dia pergi berbelanja bahan makanan. Kejadian tadi terjadi tepat ketika dia baru saja pulang.
Tindakan kakak ipar tadi membuat hatiku hangat. Demi aku, dia bahkan sampai melawan sahabat baiknya sendiri. Kehangatan mengalir ke dadaku. Kakak iparku sangat baik terhadapku, bagaimana caranya aku harus melaporkan berita ini kepada dia?
Pintu kamarku berbunyi pelan, dan Han Juan menyelinap masuk sambil berjinjit, dia bahkan dengan sengaja menutup mulut dan hidungnya agar tidak menimbulkan suara.
Han Juan masih berpikir aku buta! Namun dia tidak tahu kalau aku bisa melihat apa yang dia lakukan sekarang dengan jelas! Begitu melihat kelakuan dia sekarang ini, aku tahu kalau dia sedang merencanakan sesuatu yang tidak baik!
Aku sengaja pura-pura tidak tahu dan bertanya, “siapa itu?” Han Juan tidak berbicara, dan aku juga tidak mendesaknya. Aku hanya berpura-pura kalau pintunya terbuka dengan sendirinya.
Han Juan diam-diam berjalan ke pintu dan mengeluarkan sebutir obat dari tasnya. Dia mengeluarkan obat itu dan memasukkannya ke dalam gelasku. Setelah selesai melakukannya, Han Juan pergi dengan seringai dingin melekat di sudut mulutnya.
Sekali lihat pun aku langsung tahu tablet biru ini untuk apa! Meski aku tidak tahu kenapa Han Juan membawa obat semacam ini dengannya, aku tahu bahwa Han Juan bermaksud untuk mencelakai aku! Aku menyeringai di dalam hati. Sekalian saja aku menggunakan ini untuk keuntunganku! Aku ingin melihat muslihat apa yang akan dilakukan oleh Han Juan!
Tapi aku tidak akan dengan bodohnya meminum hal semacam ini. Aku segera menukar segelas air dan pergi keluar untuk meminumnya di hadapan Han Juan.
Segera setelah aku masuk kembali ke kamar, Han Juan juga ikut masuk mengikuti aku. Aku menoleh ke belakang dan melihat Han Juan telah membuka kancing blusnya secara langsung. Dia berjalan ke arahku selangkah demi selangkah dengan p******a mulusnya setengah telanjang.
Memikirkan tindakan Han Juan sebelumnya yang berusaha membiusku membuatku kaget, Han Juan tidak ingin meniduriku, ‘kan?
Tapi yang mengejutkanku, Han Juan tidak menerkam aku sama sekali. Han Juan bergegas ke samping kasur aku, dan membuka bajunya dengan satu tangan sehingga memperlihatkan payudaranya yang mulus terbungkus bra renda merah muda.
Tangannya yang satu lagi tidak diam, dia langsung mengangkat rok pendeknya ke atas, memperlihatkan bagian vital tubuhnya. Setelah melakukan ini, Han Juan mengulurkan tangannya dan mengacak-acak rambutnya sehingga membuat rambutnya menjadi sangat berantakan.
Melihat ini, jika aku masih tidak mengerti apa yang akan dilakukan oleh Han Juan, maka kehidupanku selama ini sia-sia saja.
Han Juan mengulurkan tangannya dan menarikku. Dia meletakkan satu tanganku di atas payudaranya, dan tangan satunya lagi di bagian bawahnya. Kulit Han Juan sangat mulus, aku langsung meremasnya begitu tanganku menyentuhnya.
Han Juan mendengus dan melototi aku.
Dan lagi Han Juan masih belum diam, tangannya meraih bagian bawahku dan menyentuhnya dengan lembut. Jika Han Juan tidak menyentuhnya maka tidak apa-apa, sentuhannya ini, membuatku tidak bisa menahannya lagi, dan itu membuatnya berdiri dan membesar.
Aku pura-pura kaget dan berkata, “Apa yang kamu lakukan?”
Han Juan menyeringai, “Li Xiaowei, kamu tunggu saja.” Setelah selesai berbicara, Han Juan berteriak, “Pelecehan seksual!”
Benar saja seperti yang aku duga, kakak ipar langsung bergegas masuk. Meskipun aku mencoba sekuat tenaga untuk berontak, tapi Han Juan menahan tanganku dengan sangat erat, tidak memberikan kesempatan untuk aku melepaskan diri.
Begitu kakak ipar masuk, wajahnya langsung murka.
Sekarang waktunya untuk Han Juan memperlihatkan kemampuan aktingnya. Han Juan mendorongku dengan tiba-tiba dan berkata, “Shen Li, lihatlah sepupu kamu ini! Dia sebenarnya ingin memperkosa aku, dan kamu bilang dia bukan orang yang c***l!”
Wajah kakak ipar menjadi pucat dan berkata, “Xiaowei, apakah yang dikatakan oleh Han Juan benar?”
Aku dengan cepat menggelengkan kepala dan berkata, “Dia bicara omong kosong! Dia hanya ingin menjebakku!”
Han Juan mendengus dingin, “Aku menjebak kamu? Kenapa aku harus menjebak kamu? Di luar sana banyak orang yang mengejar-ngejar aku, buat apa aku membiarkan kamu menyentuh aku hanya untuk menjebak kamu?”
“Shen Li, kamu tidak percaya denganku, ya kan? Kalau kamu tidak percaya dengan aku, lihat saja celana dia! Dia pasti bereaksi!” kata Han Juan sambil menunjuk ke selangkanganku.
Jadi rencana Han Juan seperti ini, dia ingin bergantung dengan efek obat tadi untuk membuat aku tetap dalam keadaan berdiri. Sehingga dia memenuhi syarat untuk menjebak aku. Sayangnya, kali ini aku akan membuat dia kecewa.
Tidak ada reaksi pada bagian bawahku, antusiasme yang baru saja menggelora karena usikan Han Juan telah padam. Kakak ipar berkata dengan curiga, “Tapi Xiaowei tidak…”
Han Juan juga berkata dengan ragu, “Mustahil, aku yakin tadi dia masih energik!”
Aku tersenyum dan berdiri, lalu berkata, “Kakak Han Juan, aku benar-benar tidak ingin menidurimu. Aku sama sekali tidak bisa melihat, aku saja bahkan tidak tahu bagaimana rupa kamu, bagaimana mungkin aku ingin menidurimu.”
Wajah Han Juan menjadi seram, tapi dia masih sedikit malu, Han Juan berjalan ke arah ku dengan geram dan marahnya berkata, “Aku tidak percaya ini, kamu jelas-jelas meminum air di gelas itu, bagaimana bisa kamu tidak bereaksi, kecuali kalau kamu bukan laki-laki!
Selesai bicara, Han Juan ingin membuka celanaku. Dia dengan cepat dan mudahnya membuka celanaku, lalu dia menariknya ke bawah. Aku lalu melihat bahwa kakak ipar dan Han Juan ternganga, terkejut melihat ukuranku, tapi aku tidak bereaksi sama sekali.
Han Juan dan kakak ipar saling melirik satu sama lain, mereka berdua sangat kaget.
“Baiklah, Xiaowei, cepat pasang kembali celanamu.” Kakak ipar lalu menoleh ke Han Juan dan berkata, “Sekarang kamu percaya kan? Ini semua hanya salah paham saja. Masalah ini sudah selesai, oke?”
Han Juan mengangguk, matanya masih menatapku dari waktu ke waktu.
“Xiaowei, setelah selesai makan, kakak ingin berbicara dengan kamu tentang sesuatu, jadi kamu harus bersiap ya.” kata Han Juan sambil tersenyum, ketika dia mengatakan ini, mata Han Juan berbinar-binar.