Khavi memeluk Launa yang muncul dari pintu kedatangan. Adik kesayangan Khavi itu pulang dengan menaiki pesawat. Launa merangkul lengan Khavi dan membiarkan kakaknya itu membawakan koper miliknya. Keduanya pergi meninggalkan bandara lalu mampir ke sebuah restoran untuk makan siang bersama sebelum keduanya pulang ke rumah kedua orang tua mereka. Launa yang sudah mengetahui cerita Khavi dan Febby berkat cerita dari kakaknya itu pun menatap keluar jendela sambil memikirkan cerita kisah kakak laki-lakinya itu dengan tatapan menerawang, "Orang bilang enggak akan ada yang tau apa yang terjadi di masa depan ternyata itu bener adanya ya, Mas. Siapa sangka orang yang dulu mati-matian Mas hindari akhirnya jadi orang yang mati-matian Mas perjuangkan sekarang." Khavi mengangguk membenarkan ucapan adi

