85. It's our turn

1487 Kata

Febby bersumpah untuk pertama kalinya ia merasa gugup luar biasa padahal bukan dirinya yang sedang ditanya. Untuk pertama kalinya Febby membawa seorang pria berhadapan dengan Mamanya dan respon Mamanya membuat Febby takut. Takut kalau pada akhirnya Khavi menyerah karena menghadapi Mamanya itu jelas tidak mudah. Selama ini Febby sendiri berjuang untuk menghadapi Mamanya sendiri. "Ma..." Delima mengalihkan pandangannya menatap tajam Febby. Tanpa kata-kata Febby tau kalau Delima menginginkannya untuk diam. Namun Febby terlalu khawatir dengan situasi yang terjadi. "Saya mencintai Febby dan tentu saja saya serius dengan putri, Tante." Khavi menjawab dengan nada tegas dan penuh keyakinan. Delima menatap Khavi lekat di kedua mata pria muda itu, "Apa kamu benar-benar ingin bersama dengan putri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN