Setelah semua orang pergi, Roro mendekati sang Patih yang tengah tertidur. “Kamu mau seperti ini terus-menerus? Haaah, sekarang tahukan kalau kamu terus bersamaku itu, kamu bisa bahaya. Mungkin saja nyawamu akan melayang.” Roro mencoba membangunkan sang Patih, tapi dia merasa berat. “Jangan membuatku kesal, cepat duduk!” Sang Patih yang memang tengah pura-pura langsung duduk dengan lesu. “Harusnya aku itu kamu perhatikan dan jaga, bukannya malah ___ Aaawh!!” Sang Patih menjerit ketika di merasakan ada sesuatu yang terasa menarik dari lukanya. Di belakang sang Patih, Roro tengah berkonstriksi untuk mengobati luka dan sedikit membuang racun dari luka tersebut. Butir keringat turun dari seluruh tubuhnya. Ini memang sedikit menyiksa, karena dia pun belum sembuh seutuhnya. Namun bila di

