Semua rakyat yang tadi selesai di obati, sudah bisa seperti sedia kala setelah Roro menggunakan kemampuannya untuk menyembuhkan mereka yang kedua kalinya. Butuh waktu untuk menyembuhkan mereka secara bersamaan sampai tenaga Roro habis, tapi untungnya tidak sampai menyebabkan dia terkapar pingsan. Namun, pati Tarata masih saja diam di tempat seperti tadi, berlutut tanpa bicara sepatah katakan pun, membuat Roro yang melihat menjadi kesal dan ingin sekali menampar atau memukulnya dengan sekuat tenaga. “Apakah kau akan dian saja di sana, atau kau mau aku siksa sekalian? Seperti ___” SREEEET ... JLEB! BRUK! Sebuah burung gagak terkapar dengan panah menancap di bagian dadanya, seperti hewan yang hendak di panggang di perapian. “Akan aku berikan apa pun yang memang yang Mulia inginkan. Bila

