Menuju Orleans

1065 Kata

"Dia ngomong apa sama kamu?" "Mau tahu?" "Ya lah." Eshal terkekeh. Hanafi baru bertanya itu setelah berlalu beberapa jam. Tentu mereka belum sampai. Masih dalam perjalanan. Tapi sebagian orang sudah tidur. Ya kecuali, ia, Hanafi, Selina, mas Arian, dan mas Abizar. "Cuma nanya aja aku bahagia gak sama kamu." "Bahagia gak?" Eshal tertawa. Ia mana tahu. Kebahagiaan itu diukur dari apa? Ia juga tak paham. Jadi pertanyaan itu pun tak ia jawab. Toh hidup itu kan berputar ya. Kadang naik di atas kadang turun ke bawah. Ya begitu kan yang namanya hidup. Ye gak? Obrolan terputus karena Eshal harus fokus dengan kelas yang baru dimulai. Dua jam kemudian akhirnya sampai di kota terakhir yang mereka kunjungi. Mobil berhenti tak begitu jauh dari Centro Historico de Guimaraes. Paginya, Maira dan No

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN