Perdebatan

1036 Kata

Rasydan baru saja tak sengaja menerima telepon. Mendengar suaranya yang amat familiar, ia tentu tahu lah siapa yang barusan meneleponnya. Siapa? Ya siapa lagi kalau bukan saudara kembarnya? Mana mungkin ia tak mengenali suara itu bukan? "Abang!" Rheina memanggilnya. "Makan yuk?" Ia tersenyum tipis. Ya sedikit menghilangkan rasa khawatir soal rencana kedatangan Reyhan. Padahal ia bilang kalau ia akan datang, tapi lelaki itu memaksa akan datang segera ke sini. Ya oke. Ia akan hadapi. Toh ia juga sudah terima semua resikonya kan ketika Reyhan tahu soal pernikahan ini. Sementara itu.... "Abang nak khianati aku kan?" Itu Sera. Ia tentu sudah mendengar soal Reyhan yang ingin mengambil anaknya. Walau itu sebenarnya ambisi orangtuanya. Ia punya ambisi lain. Ya ia mencoba untuk memanfaatkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN