"Reyhan pernah ke sini?" "Gak ada, abang." "Mungkin dia belum berhasil menemukanmu." "Aku kira abang memberitahunya." "Gak lah. Gak mungkin abang akan melakukan itu. Kalau ia ingin menemuimu, maka dia yang harus mencarimu sendiri." "Tapi dia bertanya pada abang?" "Bukan abang, tapi bang Vier." Rheina mengangguk-angguk. Mereka jalan-jalan sore di sekitar gedung apartemen. Ya tentu saja tak berdua. Ada Rafa yang berlarian. Tapi dibiarkan sambil diawasi juga. "Kamu masih ingin menemuinya?" "Yang terakhir kali pun sudah cukup lah, bang." "Dia mungkin sudah ingat tentangmu. Mungkin juga ingin kembali--" "Aku tidak ingin membicarakan itu, bang." Rasydan terdiam. "Aku gak tahu apa yang akan terjadi nanti. Tapi cukup lah. Gak ada perempuan yang gak sakit, ditinggal begitu aja, bang.

