Bye, Amsterdam!

1720 Kata

Amsterdam. "Oh enggak, bu. Saya gak berbuat apa-apa. Mungkin Allah saja yang membalik hatinya." Yeah itu Maira. Ia tentu tak mau lah disebut sebagai orang yang telah mengubah hatinya Abizar. Padahal kan bukan ia. Ia tahu soal Abizar yang baru belajar solat lagi. Yang kembali ke masjid. Ya setelah sekian tahun kecewa pada hidupnya sendiri. Padahal ia adalah orang yang terbilang sukses kan? Tapi begitu lah hidup. Tak ada yang tahu. Mereka tak menginap di flat-nya Andros dan Oboy. Tapi tentu tak diizinkan para cowok di sini. Hahaha. Karena dianggap lebih aman menginap di rumah saudaranya Abizar. Jadi lah, mereka ikut tinggal di sini. Campervan akan segera dikirim ke kantornya yang ada di sini. Ya jadi penanda kalau ini benar-benar akhir dari perjalanan mereka. Selama satu hari penuh mere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN