Cabo da Roca

1215 Kata

"Ya jujur lah. Keburu si Ayu berangkat nanti." "Masih lama, Gha. Beberapa bulan lagi. Lagian kan sekampus." "Ya tapi bukan berarti lo terus ngulurin waktu. Kalo ntar dia direbut orang gimana?" "Gitu ya?" Ia bertanya bodoh. Hahahaha. Agha geleng-geleng kepala. Ini gimana sih? Masa yang kayak gini itu gak tahu? "Gue aja buat bisa dapetin Maira ya gue pepet terus." Hahaha. Ia buka rahasia lama. Ya kan kalau dipepet terus akhirnya jadi nyaman. Apalagi ditinggal tuh sama si Hanafi. Ya sikaaaat lah. Ya kan? "Itu sih eloo, Gha. Lo ganteng, men. Lah gue?" "Sejak kapan lo jadi merendah gini?" Indra terkekeh. Tapi tetap saja ia akan jujur. Kalau soal tampang, Agha yang menang. Kelebihannya apa? Ya kalau sekarang sih badan tinggi dan proporsional. Jadi kalau dari belakang tuh waw banget. Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN