Pertengkaran

2032 Kata

Saras menelepon Hanafi. Cowok itu sempat keluar dari mobil. Ya duduk di bagian luar mobil walau dingin. Mungkin sekitar jam 1 pagi? Satu jam sebelum Eshal memulai perkuliahan. Untuk apa? Tentu curhat soal Bani. Sudah dua minggu dan masih belum ada kemajuan. Meski katanya, jemarinya sempat bergerak. Tapi responnya hanya sebatas itu. Tak ada lagi yang lain. Tentu saja membuatnya cemas. "Ya lo sabar aja. Kita berdoa aja yang terbaik. Selagi masih ada harapan bahkan dokter juga bilang begitu ya sabar aja." Karena ia juga tak tahu apakah ada kata-kata lain dari sabar. Persoalan ini sebenarnya kan tak rumit. Hanya meminta yang terbaik untuk Bani menurut Allah. Kan hanya Dia yang paling tahu. Ya kan? "Lo bisa fokus belajar?" Saras menghela nafas. "Gue usahain. Tapi tetep aja kah, Hanaf. Susa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN