Bab 14b

1000 Kata

Dia segera mengeluarkan satu paket makanan dalam kemasan kertas yang berisi burger dan mengangsurkannya padaku. Anehnya, kini dia tidak mendekatiku lagi. Mas Bayu memilih menjaga jarak. “Mbak Wulan dulu saat hamil, persis kayak kamu gitu. Tidak mau didekati oleh suaminya.” Aku urung menggigit burger gara-gara ucapannya itu. Mbak Wulan adalah kakak perempuan Mas Bayu yang sekarang tinggal di luar kota. Akupun hanya bertemu dengannya saat lebaran. Konon saat Mbak Wulan hamil anak pertama, memang tinggal di rumah orang tuanya. Tiba-tiba perasaanku menjadi campur aduk. Burger yang aromanya menggoda itu, kini tak dapat membuatku selera untuk menggigitnya. Bagaimana jika dugaan Mas Bayu kalau aku sedang hamil itu benar? “Kok malah bengong ... Nanti keburu nggak enak. Aku juga beli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN